Tuan Benny Wenda Bongkar Pelanggaran HAM Papua

Dari waktu ke waktu Tuan Benny Wenda seorang diri membongkar rahasia busuk pelanggaran HAM di Papua oleh penjajah Indonesia.

Hanya masalah waktu kemerdekaan Papua akan menjadi kenyataan, karena 10, 50, 100 dan hingga ribuan orang aktifis HAM di Inggris akan menolong Tuan Benny Wenda membongkar rahasia pelanggaran HAM penjajah Indonesia.

Mari kita bangun perlawanan yang serius terhadap penjajah Indonesia demi masa depan Papua yang lebih cerah. Bersama Tuan Benny Wenda kita wujudkan kemerdekaan Papua.

Merdeka !

7 Responses to “Tuan Benny Wenda Bongkar Pelanggaran HAM Papua”

  1. ELANJUTKAN HARMONISASI HUBUNGAN INDONESIA DAN PAPUA NEW GUINEA (PNG)

    Hubungan antara Indonesia dengan Papua New Guinea (PNG) sangat dekat dan erat. Sejak hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada 1975, PNG secara konsisten mendukung integritas Indonesia. Sebaliknya, Indonesia pun mendukung integritas wilayah PNG. Secara geografis, kedua negara berbatasan darat secara langsung. PNG yang terletak di sebelah Timur wilayah Papua, Indonesia, memiliki kesamaan ras dengan masyarakat Papua di Indonesia, yaitu ras Melanesia. Dalam rangka mempererat hubungan kedua negara, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan kenegaraan ke PNG, pada 11-12 Maret 2010 yang didampingi antara lain: Menko Polkam, Menko Perekonomian, Menlu RI, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Sekretaris Kabinet, serta 2 orang Gubernur Papua dan Papua Barat. Sedangkan Pemerintah PNG diwakili PM Michael Somare dan beberapa menteri kabinet antara lain, Menlu Sam Abal; Menteri Keamanan Dalam Negeri, Sani Rambi; Menteri Pertahanan, Bob Dadae; Menteri Hubungan Antar Pemerintah, Job Pomat dan Menteri Perminyakan dan Energi, William Duma. Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY menerima tanda penghormatan dari pemerintah PNG berupa “Grand Companion of the Order of `Logohu”, atas jasa dalam peningkatan hubungan dengan PNG.

    Kedekatan yang telah lama terjalin tersebut, rawan perselisihan, karena adanya Gerakan Separatis Papua (GSP) dan pendukungnya di PNG, yang memperjuangkan kemerdekaan Papua dari Indonesia. Perjuangan tersebut ternyata mendapat penolakan dari berbagai pihak. Bahkan tokoh Papua yang terpenting, sekaligus founder OPM, Nicolaas Jouwe, telah menyatakan berhenti dari perjuangan yang selama ini dilakukannya, dan mengharapkan pengikutnya kembali ke Papua dan mulai membangun Papua dalam kerangka NKRI. Menurutnya, bentuk perjuangan yang kini dilakukan seharusnya adalah membangun pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, sosial-budaya melalui semangat Otonomi Khusus (Otsus). Adapun kutipan pernyataan Nicolaas Jouwe sebagai berikut:

    1.Didalam rekor sejarah dunia, hanya terdapat dua bangsa yang pernah dijajah begitu lama oleh bangsa lain yaitu bangsa Israel diperbudakan di Mesir selama lebih dari 400 tahun dan bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Integrasi Papua ke NKRI antara lain didasarkan oleh persamaan nasib yaitu sama-sama dijajah Belanda, walaupun memiliki perbedaan ras dengan sebagian penduduk Indonesia lainnya.

    2.Saya adalah satu-satunya orang Papua yang dipilih oleh Negara Belanda, dan dididik ilmu ketatanegaraan supaya dapat mempersiapkan kemerdekaan Papua, oleh karena itu saya menciptakan Bendera Papua, menulis Manifesto Kemerdekaan Papua, Undang-Undang Dasar Papua, memilih Lagu Kebangsaan Hai Tanahku Papua yang dikarang oleh IS Keyne pada tanggal 23 Mei 1923, dan membentuk berbagai kekuatan baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk melawan pemerintah RI.

    3.Saya bahkan bertemu dengan Presiden John F Kennedy (USA) untuk mohon bantuan dukungan atas kemerdekaan Papua, tetapi Kennedy mengatakan “Tuan Jouwe, pulanglah ke tanah airmu di Papua, kumpulkan rakyatmu dan hiduplah secara berdampingan dengan bangsa Indonesia karena bangsa Indonesia bukan penjajah, tetapi Bangsa Indonesia adalah satu-satunya bangsa dimuka bumi ini yang mengusir dan mematahkan kekuatan kolonialisme.”

    4.Tentang New York Agreement 15 Agustus 1962, Nicolas Jouwe mengatakan bahwa Belanda benar-benar berada dibawah tekanan Amerika Serikat (JFK) agar tidak kehilangan muka di dunia percaturan politik internasional sebagai sebuah bangsa kulit putih akibat kekuasaannya selama 350 tahun di Indonesia dianggap telah melanggar prinsip humanitas, keadilan dan perdamaian, maka Belanda tidak diperkenankan untuk meneruskan kekuasaannya di daerah-daerah di teritori Hindia Belanda, termasuk Papua. Dikarenakan Belanda terah menguasai Papua pasca kemerdekaan Indonesia selama 12 tahun, maka dicarilah kesepakatan agar Indonesia dapat berkuasa di Papua selama kurun waktu yang sama hingga bangsa Papua menyatakan pilihan mereka untuk tinggal terus dengan Indonesia atau merdeka sendiri. Tetapi kesepakatan yang diambil adalah Indonesia akan berkuasa selama tujuh tahun saja lalu diadakan Penentuan Pendapat Rakyat di seluruh tanah Papua.

    5.Itulah sebabnya Pepera dilaksanakan pada tahun 1969. Kepada kedua Negara, Indonesia dan Belanda diberikan kesempatan untuk memilih dua Negara sahabatnya untuk menjadi saksi dan melaporkan kepada Sidang Umum PBB tentang hasil Pepera tersebut. Di pihak pemerintah Belanda, yaitu Negara-negara BENELUX (Belgia, Netherland dan Luxemburg), sedangkan di pihak Indonesia adalah Indonesia, Philipina dan Malaysia. Keenam Negara ini melaporkan kepada Sidang Umum PBB bahwa Act of Free Choice dilaksanakan sebagaimana mestinya dan pada tanggal 19 November 1969 Sidang Umum PBB ke 24 memutuskan bahwa Papua adalah daerah integral NKRI.

    6.Mengenai kepulangannya ke Indonesia, tidak sekedar pulang kampung begitu saja. Saya telah bertemu banyak Kepala Negara, untuk mencari dukungan tentang Papua Merdeka, terlebih ketika berkecamuknya perang Vietnam dengan mempergunakan semangat Presiden Reagan untuk mengalahkan komunisme, Saya sekali lagi bertemu Presiden Ronald Reagan memohon dukungan Amerika Serikat untuk Kemerdekaan Papua. Seperti Presiden John F. Kennedy, Presiden Ronald Reagan juga mengatakan “Mr Nicolas, your country’s future already been decided, West Papua is an integral part of the Republic of Indonesia”.

    Rangkaian kunjungan 2 hari Presiden SBY dengan PM Michael Somare telah dirumuskan dalam kesepakatan perjanjian, antara lain kerjasama pembangunan ekonomi, investasi, dan perdagangan. Indonesia dan PNG juga menjalin kerjasama yang baik dalam meningkatkan pembangunan di wilayah perbatasan. Kedua negara sepakat untuk membuka secara resmi lintas batas Skouw-Wutung yang dapat meningkatkan people to people contact, meningkatkan perdagangan kedua negara, dan dapat meningkatkan taraf sosial-ekonomi dan penduduk yang tinggal di daerah perbatasan. Penandatanganan perjanjian yang dilakukan oleh para menteri terkait dari kedua negara, antara lain: Defence Cooperation Agreement (DCA), Double Taxation Agreement (DTA), Letters of Exchange on Agriculture. Selain itu, Presiden RI juga menanda-tangani prasasti yang akan dipasang di salah satu pos perbatasan RI-PNG (Skouw-Wutung) untuk menandai soft-opening perbatasan RI-PNG yang sudah tertunda selama 2 tahun.

    Mencermati hubungan dan komitmen RI-PNG untuk tidak mencampuri kedaulatan masing-masing pihak, maka segala bentuk kerikil dalam hubungan akan dapat dibatasi, seperti permasalahan di perbatasan dan Gerakan Separatis. Diharapkan dengan peningkatan kerjasama, maka harmonisasi hubungan dapat dipertahankan.

    teguh.febriansyah@gmail.com

  2. Semua orang Papua selalu bertanya siapa Benny Wenda? Pahlawan atau Malaikat? Jawabannya sangat menarik, karena bagaimana Benny Wenda mendapatkan manfaat dari konflik dapat juga mengambil bentuk yang berbeda sebagai berikut:

    Keuntungan ekonomi, kekuasaan politik, psikologis kesenangan. Sebuah sumber yang amanah dari Oxford berbagi informasi yang mengejutkan mengenai bagaimana Benny Wenda mengambil banyak manfaat dari kisah palsu tentang konflik di Papua Barat. Selain itu, dengan memberikan semacam orasi terhadap LSM internasional atau bergabung pada banyak festival seni dan budaya terutama di Inggris, Benny Wenda hanya memberikan kisah palsu.

    Keuntungan ekonomi dapat dieksploitasi oleh Benny Wenda dengan cara menghisap Uang Wajib Pajak Inggris melalui klaim sebagai pencari suaka. Tinggal di UK sangat sulit, sehingga tidak ada cara lain selain memelihara konflik di Papua Barat. Lebih jauh lagi, setelah beberapa tahun menikmati makan siang gratis dari uang Wajib Pajak Inggris, Benny Wenda tidak mampu kehilangan kesempatan untuk membesarkan anak-anaknya di Inggris. Melalui penggalangan dana haram dengan berbohong warga Inggris, Benny Wenda berhasil mengubah topeng dari pencari suaka pretender ke pengasingan diri pemimpin masyarakat Papua di Inggris. Dia juga ragu-ragu untuk anggota parlemen Inggris mengenai situasi terakhir di Papua Barat, sehingga ia dapat mengontrol anggota parlemen Inggris sebagai pendukungnya. Kekuasaan politik. Mengklaim diri Benny Wenda Pemimpin Papua merupakan kepura-puraan dengan memainkan wajah tampan yang polos tetapi licik. Dengan demikian, orang Inggris merasa kasihan dan mendukung dia sebagai korban yang paling jahat pemerintah Indonesia. Benny Wenda cerdik menciptakan pembenaran untuk bantuan karena represi politik Indonesia.

    Kesenangan psikologis. Dunia dapat membaca dengan jelas maksud dan ambisi Benny Wenda sebagai Presiden masa depan Papua Barat. Hal ini lebih untuk konflik manfaat paling aneh, yang dapat diterjemahkan ke dalam perasaan superioritas dan sebuah mesianis kepastian mengenai tindakan seseorang. Berikut adalah wajah polos pembohong yang memproklamirkan diri sebagai satu-satunya pemimpin Papua yang peduli tentang masa depan Papua Barat.

    Indonesia yang lebih demokratis, membuat semakin Benny Wenda merasa takut dari kehilangan cengkeramannya di Inggris. Itu sebabnya dia tidak cukup sabar untuk melihat dinamika demokratisasi di Indonesia dan Papua Barat. Dengan melihat lebih banyak dan lebih banyak melibatkan masyarakat Papua dalam pemerintahan otonomi daerah, dia panik jadi dia mendorong pembentukan Parlemen Internasional untuk Papua Barat dan segera Pengacara Internasional untuk Papua Barat dalam rangka peningkatan ketegangan di Papua Barat. Tampaknya Benny Wenda mencapai sukses, sehingga ia dapat menyelamatkan pantatnya sementara. Tidak peduli seberapa licik Benny Wenda, adalah suatu hari nanti warga negara Inggris terutama mereka yang tinggal di Oxford, Essex, Exeter dan London akan menyadari bahwa Benny Wenda adalah benar pembohong.

  3. ANJING TEGU KO STOP TIPU SUDAH MAU APALAGI ORANG SUDAH BILANG TIGGALLLLLLLLLLLL SEDIKIT LAGIIIII FREE WEST PAPUA TAKUT MISKINKAH.

  4. sory teman papua dengan kemarahan seperti itu pertanda bahwa kau bukan orang yang tidak bisa beradu argumen dengan pikiran jernih, sa su tau ko pu kelakuan kalau mau majukan fisikmu tak usahlah kau jago kandang di daerahmu datanglah ke jakarta n tantang aja john key atau sapalah di jakarta sana pasti mampuslah kau. kam tu bicara besar saja!

  5. syalom kalauada berita tolong kirim lewat emailku ini

  6. biarkan papua memilih nasibnya.! Selama integrasi dengan indonesia mereka malah tidak ada kemajuan, hasil alam nya di kerok sama pemerintah dan warganya malah tidak menikmati hasil alam mereka. Jadi biarlah saudara kita menentukan nasib nya.!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: