Turkam

Turun Kampung atau disingkat Turkam adalah sebuah konsep kegiatan yang pertama kali disusun dan dilaksanakan oleh Tuan Benny Wenda. Namun konsep kegiatan tersebut dicuri oleh para koruptor di Papua seperti Gubernur Suebu dan para Bupatinya.

Kegiatan yang disusun Tuan Benny Wenda tersebut hakikatnya adalah menjelaskan ke pelosok dunia tentang nasib sengsara bangsa Papua dibawah penindasan Indonesia. Kampung Dunia (Global Village) adalah sebuah fakta sosial-ekonomi yang menciptakan ketergantungan di seluruh dunia, sehingga bangsa Papua tidak akan berhasil merdeka tanpa ada dukungan kampung-kampung di seluruh dunia.

Keberhasilan Tuan Benny Wenda mendapatkan dukungan dari kampung-kampung di seluruh daratan Inggris Raya telah membuat para koruptor yang menjadi antek penjajah Indonesia untuk menggunakan cara yang sama dalam melaksanakan otonomi khusus, yaitu Turun Kampung (Turkam).

Sebuah perbuatan keji mencuri ide Tuan Benny Wenda, semoga Tuhan Yesus menerangi perjalanan bangsa Papua sehingga tidak tertipu oleh para koruptor yang memiskinkan bangsa Papua, bahkan secara perlahan membunuh masa depan bangsa Papua.

Pencurian ide Turkam Tuan Benny Wenda menunjukkan bahwa hanya Tuan Benny Wenda yang memiliki ide cemerlang dalam membawa kemakmuran dan kemerdekaan bagi bangsa Papua. Disadari ataupun tidak Tuan Benny Wenda telah memberikan pengaruh yang sangat penting dalam penentuan nasib masa depan Papua.

Merdeka !!!

7 Responses to “Turkam”

  1. O atau M, rakyat Papua menderita bung!

    Lebih baik bongkar kasus-kasus korupsi dana Otsus yang trilyunan rupiah, perbaiki operasi keamanan agar lebih manusiawi dan berdialog…orang Papua ta suka bertikai, tapi lebih ta suka kebohongan dan tipu-tipu…hingga akhirnya kami menjadi suku bangsa yang ter…ter…ter.

    Sudahlah ta usah banyak konsep dan bicara seperti penipu, bung ta ada bedanya dengan penipu birokrat korup. Bedanya Bung Benny angkat diri sendiri sebagai pemimpin rakyat tapi banyak omong kosong tipu-tipu mahasiswa untuk picu kerusuhan di Papua, padahal di Inggris sana menikmati kemewahan dan terima banyak dana untuk ko punya hidup toh!

    Janganlah bung jual masalah Papua untuk kepentingan pribadi, bung dibayar berapa untuk buat ini blog, sama toh dengan birokrat korup, hanya saja bung lebih rusak karena dibayar untuk kacaukan pembangunan Papua.

    Rakyat Papua sudah bosan dengan kebohongan Pemdakah, OPMkah, Jakartakah, mulailah kerja nyata tolonglah kami dari pendidikan yang rendah, dari kesehatan yang buruk, dari kemiskinan dan kelaparan.

    Kami rakyat Papua ta lagi percaya kebohongan Benny Wenda, jadi tolonglah tunjukkan kerja nyata saja. Kami rakyat Papua siap membangun tanah damai Papua.

    Shalom

  2. Turkam pertama kali dicetuskan oleh Bas Suebu ketika beliau jadi Gubernur Papua pada dekade 90-an. Saat itu Benny Wenda mungkin masih SMP atau SMA. Jadi yang tiru konsep Turkam adalah Benny Wenda. Dasar Kera Tua…..

    Benny Wenda bukan Pemimpin Papua karena dia bertindak sukuisme dengan organisasi Demmak. Pemimpin Papua macam apa yang tidak pernah hargai kerja2 para pendahulu kita? Koe Stop Pake isu Merdeka untuk tutup Sukuisme yang koe bangun…..Baca Buku..Baca Buku supaya otak itu terbuka…

    Kami di Papua tdk akan demo kasih naik bendera lagi karena koe dll di luar negeri yang akan panen dollar……

  3. Salut untuk bung Koteka….. prinsipnya sama, mari kita lawan seandainya Benny akan bikin kerusuhan dengan dalih memerdekakan papua, mana ada calon presiden yang bilang “JANGAN PERCAYA AMBER” ingat tuan, kamu dibesarkan dan diberi ilmu oleh orang Amber juga to??? Perlu di ketahui rekan2 Papua bahwa photo2 Benny dengan orang barat tersebut aku yakin orang barat tersebut sama juga dengan Benny yaitu para pengecut dan pengkhianat di negerinya…. wajar kan kalau pengecut berteman dengan pengecut, penghasut berteman dengan penghasut, pengkhianat berteman dengan pengkhianat, jadi nggak ada ceritanya orang baik2 yang berteman dengan penghasut macam Benny Kera busuk dan bodok itu.

  4. Makin lama makin terlihat goblok orang ini ya……….., Apapun bentuk tipu2mu tidak akan menang bung, bisa kok dibuktikan!!! Pernyataan Congress of the United States-mu tidak berpengaruh sama sekali di Sorong bahkan dirobek2 tuh…… kapan2 kukirim video perobekan Kertas Pernyataan Impian-mu…………

  5. terus berjuang kak beni…………
    kami mendukung selalu..
    Salam merdeka, merdeka merdeka ……..
    manserens if nok au

  6. napi korwa Says:

    cuma mau bilang kalo koteka, yaswarau, n AMPTPI

    dong trada tempat lg jadi dong irih sama kk Benny…
    bah Benny yang Pangaruh kah?? Manseren Bless you….

    jangan dengar Monyet2 goblok tadi tuh… su tau bodok baru bikin diri tau, adu macam dong bgt kapan ke Eropa atau amrik, sampe singapur saja tra sanggup, apalagi mau yakinkan Publik Internasional seperti yg Benny lakukan….

    adoooo Ngaca dechh loe… Goblok amat loe….

    AMPTPI yg mana lagi ni…
    Markus haluk Penghianat itu kah???
    stop baku tipu rame..

    Benny lannjut.. sekarang hanya Benny yg orang Papua harapkan, soalnya kita pu Ortu laen su Tua2 jd…

    papua pasti merdeka…

  7. buat kam2 diatas yang kase komentar, kalo memang cinta Papua dan mengerti betul akar masalah…pasti kam akan sadar bahwa pemerintah NKRI bodok kaya para pejuang nya sudah mendustai pikiran kam…bilang kalo m0 dapat miras dengan muda dan main perempuan dengan mudah jadi tetap memilih RI untuk dong drop barang2 itu ke Papua….dasar bodok mcm kam punya pergaulan….bicara depan orang jawa saja, sama macam kerbau yang di tali di hidungnya…ikut-ikut……..KUTUK…..KUTUK…kam dengan pola pikir pemerintah Indonesia.

    PAPUA MERDEKA……still Go ahead Mr. Benny Wenda

    Freedom🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: