Surat Kedua Tuan Benny Wenda kepada Presiden SBY

Surat kedua Tuan Benny Wenda kepada Presiden SBY menggunakan bahasa Indonesia karena dikhawatirkan orang Indonesia kurang mengerti bahasa Inggris. Meskipun Tuan Benny Wenda lebih lancar dan pandai berbahasa Inggris daripada bahasa Indonesia, Tuan Benny Wenda dengan rendah hati menyampaikan pesan dan desakan yang serius kepada pemerintah Indonesia dalam bahasa Indonesia.

Berikut ini surat Tuan Benny Wenda tersebut:22 Desember 2008

Kepada Yth:
Bapak Susilo Bambang Yudoyono
Presiden Republik Indonesia
Istana Presiden
Jl. Medan Merdeka Utara
Jakarta Pusat 10010
INDONESIA
Tel: + 62 21 3845627 ext 1003
Fax: + 62 21 231 41 38, 345 2685, 345 7782
Email: presiden@ri.go.id
Indonesia mendiskriminasikan Bangsa Papua Barat atas nama demokrasi

Dengan hormat,

Menyusul surat saya yang pertama kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia tentang pembebasan tanpa syarat Buchtar Tabuni, aktifis hak-hak asasi manusia dan pemimpin mahasiswa Papua Barat dari tahanan Kepolisian Daerah Provinsi Papua, maka dengan surat yang kedua ini saya menyampaikan kembali permintaan yang sama yaitu pembebasan tanpa syarat Sebby Sambom, aktifis HAM Papua Barat dari tahanan Kepolisian Daerah Papua.

Sebby Sambom di tangkap dengan alasan Makar atau subversi, sebuah alasan yang tidak berdasar menurut Deklarasi Universal HAM tanggal 10 Desember 1948 pasal 20 ayat 1 yang memberikan jaminan dalam hal menyampaikan kebebasan untuk berdemonstrasi, menyampaikan aspirasi dan juga kebebasan berorganisasi. Undang Undang Republik Indonesia Nomor : 9 / 1998 juga menjamin tentang kebebasan berekspresi. Namun kondisi nyata di Papua membuktikan bahwa kedua hukum ini tidak dijamin atau tidak berlaku di Papua Barat.

Sebby Sambom dan Buchtar Tabuni hanya sebatas meyampaikan aspirasi politik murni dalam orasi-orasi mereka. Kata-kata yang mereka gunakan dalam orasi aspirasi politik pada tanggal 16 Oktober 2008 adalah : hak menentukan nasib sendiri bangsa Papua Barat (right to self determination). Atau dengan kata lain Indonesia harus memberikan kebebasan bagi rakyat Papua Barat untuk melaksanakan REFERENDUM.

Sebelumnya Bucthar Tabuni ditangkap dengan alasan bahwa dia menjadi pemimpin demonstrasi dalam rangka mendukung Peluncuran International Parliamentarians for West Papua tanggal 16 Oktober 2008 yang kami selenggarakan di Gedung Parlemen Inggris London pada tanggal 15 Oktober 2008. Saya perlu memberikan klarifikasi yang sebenarnya bahwa kegiatan peluncuran International Parliamentarians for West Papua di London adalah kegiatan resmi All Party Parliamentary Group on West Papua yang telah terbentuk didalam parlemen Inggris sejak 2 tahun lalu.

Penangkapan Sebby Sambom dan Buchtar Tabuni dengan alasan MAKAR karena mendukung peluncuran International Parliamentarians for West Papua adalah tidak berdasar sama sekali dan tidak mengikuti prinsip-prinsip etika demokrasi .

Penanggung jawab peluncuran International Parliamentarians for West Papua adalah kami sendiri bersama-sama dengan seluruh anggota parlemen Inggris yang bergabung didalam All Party Parliamentary Group on West Papua yang berkedudukan di London dan bukan di Papua Barat. Sebby Sambom, Buchtar Tabuni dan seluruh rakyat Papua Barat yang berdemonstrasi dalam rangka mendukung International Parliamentarians for West Papua (IPWP) adalah bagian dari demokrasi dan apa yang mereka lakukan adalah hanya sebatas expresi diri masyarakat Papua Barat untuk mendukung Peluncuran IPWP di London.

Saya sangat menyayangkan sikap dan tindakan aparat Kepolisian Republik Indonesia yang telah memperlakukan Sebby Sambom dan Buchtar Tabuni sebagai seorang kriminal yang dianggap MAKAR. Hal ini sangat melukai hati bangsa Papua Barat yang cinta damai.

Sebby Sambom dan Buchtar Tabuni bukan pelaku MAKAR dan KRIMINAL. Mereka adalah pembela bangsa Papua Barat yang tertindas dan penegak demokrasi di Tanah Papua Barat.

Oleh karena itu maka saya minta agar Bapak membebaskan Sebby Sambom dan Buchtar Tabuni segera tanpa syarat.

Hormat Saya,

Benny Wenda
Pemimpin Papua Merdeka di Inggris
Tembusan Yth:

1. Bpk. Bambang Hendarso Danuri
KAPOLRI
Jl. Trunojoyo No. 3
Jakarta Selatan
INDONESIA
Tel: +62 21 721 8012
Fax: +62 21 720 7277
Email: polri@polri.go.id

2. Drs Bagus Ekodanto, KAPOLDA Papua
Jl. Samratulangi
No 8 Jayaura
Tel: + 62 967 531014
Fax: + 62 967 533763

3. Drs Paulus Waterpauw, Kepala Direskrim, Polda Papua
Jl. Samratulangi
No. 8 Jayapura
Tel: + 62 967 531834
4. Bpk. Hendarman Supandji
Jaksa Agung
Kejaksaan Agung RI
Jl. Sultan Hasanuddin No. 1
Jakarta Selatan
INDONESIA
Tel: + 62 21 7221337, 7397602
Fax: + 62 21 7250213
Email: postmaster@kejaksaan.or.id
5. Bpk. Abdul Hakim Garuda Nusantara
KETUA KOMNAS HAM (National Human Rights Commission)
Jl. Latuharhary No. 4B Menteng
Jakarta Pusat 10310
INDONESIA
Tel: +62 21 3925230
Fax: +62 21 3151042/3925227
E-mail: info@komnasham.or.id

6. Ms. Hina Jilani
Special Representative of the Secretary on the situation of human
rights defenders
Room 1-040, OHCHR-UNOG
1211 Geneva 10
Switzerland
Fax: +41 22 906 8670
E-mail: urgent-actions@ohchr.org

5 Responses to “Surat Kedua Tuan Benny Wenda kepada Presiden SBY”

  1. I’m new to this blog. Apologize for asking this though, but for me Benny Wenda is nothing.

  2. Terus berjuang, kami di Papua memiliki prinsip 3S:

    Siap mendukung apapun perintah Bung Benny

    Siap mengobarkan api kemerdekaan

    Siap menumpahkan darah penjajah Indonesia

    P A P U A M E R D E K A !

  3. weeeeeeh
    anda sngat arogan banget anda berjuang untuk daerah anda ternyata adna tinggal di inggris itukah yang namanya pejuang??????

    yang anda dapatkan hanya informasi sesaat coba anda resapi dan dalami
    ??????????????

    • womsil boy Says:

      hanya orang tolol seperti worm yang bisa komentar seperti begitu. Tuan Benny adalah pemimpin sejati bangsa papua. sobat worm ko baru tahu ka?

  4. SBY yang terhormat…

    Anda telah saya pilih dan sekarang menjabat menjadi Presiden, tempat tinggal anda dengan saya tidak terlalu jauh…masih satu kecamatan dengan saya.

    Tapi mengapa anda tidak pernah tahu kalo dilingkungan anda sendiri ada KORUPTOR yang tidak pernah takut dengan ANDA…bagaimana anda bisa megawasai sekolah yang jauh…sedangkan sekolah di lingkungan anda sendiri tidak kau tindak.

    SDN 05 Gunung Putri…sekolah yang katanya bertaraf Nasional dengan memaksa orang tua Murid untuk membayar uang sekolah sebesar 1,5juta kepada semuanya dengan alasan membangun gedung sekolahan, karena Pemerintah tidak memberikan dana untuk Bangunan Gedung Sekolah.

    Baru-baru ini sekolah memberikan pengumuman memungut bayaran kepada murid sebesar Rp 30rb tiap murid dari kelas 1-5 yang jumlah muridnya sebanyak 400 murid jadi 30.000 x 400 = Rp 12 juta, sedangkan kelas 6 dipungut bayaran Rp 100.000 x 150 murid = 15juta, jadi total seluruhnya Rp 27 juta…PERPISAHAN macam apa yang menelan biaya sebesar Rp 27 juta…

    Anda terfokus pada pemilihan Presiden padahal kami butuh anda yang sebentar lagi anak sekolah masuk dan duduk di bangku sekolah…bagaimana Pak yang kata ANDA 20% APBN hanya untuk Pendidikan koq kami masih harus membayar.

    Membayar sih kami masih mau…tapi bukan sebesar itu dan untuk apa uang sebesar itu gak masuk akal….

    Tolong…Kepada Bapak kami sangat berharap
    Tolong…Kepada siapa lagi kami memohon hanya Allah SWT yang mendengar

    Anda…sangat kami harapkan untuk menindak secara langsung Kepala Sekolah dan Komite Sekolah tersebut…untuk benar-benar tidak melakukan KORUPSI….

    Katanya….dia adalah orang yang sangat sering memberikan hadiah…kepada anggota DPRD Kab Bogor…Bupati…dan Dinas terkait, terlebih kepada Wartawan…apa ini yang anda sanjung-sanjung sekarang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: